entah seberapa banyak sajak yang aku dengar
dan lebih banyak syair yang ku lantunkan
mencoba menghapus peluh yang sejatinya tangisku
menghalau debu yang nyatanya adalah perihku
rindu ku akan tangan lembut yang mengusap keningku saat
bulan menyapa
meski awan yang menutupi kepala kita adalah satu
dan sungai yang mengalir di bawah kaki kita adalah satu
namun jalan yang kutempuh ialah berbeda denganmu
aku beranjak ke barat dan kau pulang ke utara
aku terlalu giat untuk mengejar dunia
yang susah payah sudah kau carikan untukku
tak tahu diri aku rupanya
malu aku sangat jika dibilang
bisa apa aku untukmu?